Polres Sanggau



Momen Hangat Kapolri Kunjungi Keluarga AKP Anm Lusiyanto, Ungkap Dukacita Mendalam


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi keluarga AKP (Anumerta) Lusiyanto di Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan (Sumsel). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Kapolri menyampaikan dukacita mendalam kepada istri dan anak AKP Lusiyanto.

Kapolri tiba di lokasi disambut oleh keluarga korban. Kapolri yang didampingi oleh Gubernur Sumsel Herman Deru langsung menyalami istri dan anak AKP Lusiyanto.

Kapolri kemudian duduk dan menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga korban. Kapolri juga meminta maaf lantaran baru bisa datang ke rumah duka pada hari ini.

“Saya mewakili institusi menyampaikan dukacita yang mendalam, mohon maaf saya baru bisa datang hari ini. Beberapa waktu lalu saya sudah sempat memutuskan, mudah-mudahan bertemu,” kata Kapolri, Kamis (27/3/2025).

Selain itu, Kapolri menyampaikan salam dan dukacita mendalam dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Menurut Kapolri, Panglima TNI siap menindak tegas oknum TNI yang menembak korban. 

“Beliau menyampaikan pesan terkait dengan kejadian yang ada beliau berjanji memproses secara tegas, yang jelas bagi kami apapun yang terjadi Bu Lusiyanto putri tetap menjadi keluarga besar kita,” kata Kapolri.

Setelah itu, istri AKP Lusiyanto menyampaikan harapannya kepada Kapolri. Dia ingin pelaku dihukum seberat-beratnya.

Turut hadir dalam pertemuan Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika, Kapolda Sumsel Irjen Andi Rian Djajadi hingga As SDM Kapolri Irjen Anwar.

Korlantas Polri Mulai Berlakukan One Way Lokal dari KM 70 - KM 188 Tol Cipali


Korlantas Polri, Cikampek. Korlantas Polri telah memutuskan untuk melaksanakan one way lokal dimulai dari KM 70 Tol Cikampek hingga KM 188 Tol Cipali. Hal ini dikarenakan adanya bangkitan arus pada H-4 arus mudik Lebaran 2025 menuju Tol Trans Jawa.

Sebelumnya, Korlantas Polri telah memberlakukan skema contra flow sejak pukul 08.00 WIB sebanyak dua tahap yakni di KM 109  sampai KM 162 Tol Cipali.

“Karena bangkitan arus cukup tinggi. Jadi setelah kita lakukan contra flow bangkitan arus cukup tinggi apalagi setelah ada pemberangkatan mudik gratis sehingga kami koordinasi dengan Jasa Marga kami melakukan one way lokal,” kata Kakorlantas di Command Center KM 29 Korlantas Polri, Kamis (27/3/2025).

Saat ini, pihaknya sedang melakukan clearance atau pembersihan jalur persiapan one way lokal. Nantinya, pengukuran parameter kendaraan masih dilakukan lebih lanjut guna menentukan langkah selanjutnya.

“Manakala nanti tarikan arus one way lokal masih kurang, namun demikian parameter-parameter itu rencana mungkin besok apabila ada bangkitan arus parameter di KM 71 sudah 6.300,” ungkap dia.

Sementara itu dalam proses persiapan one way lokal, Kakorlantas menyebut, kendaraan yang dari Tol Trans Jawa ke arah Jakarta nantinya akan dialihkan menuju jalur nasional.

“(Kendaraan dari Jawa) jadi kita alihkan ke arteri, jadi sudah disosialisasikan, kita sudah koordinasi dengan pihak Jasa Marga bagaimana nanti masih ada perlu tarikan cepat supaya nanti tidak terjadi kepadatan nanti akan kita sosialisasikan lagi,” pungkas dia.

Sinergi TNI-Polri: Kapolsek Toba Pimpin Buka Puasa Bersama di Wilayah Hukum Polsek Toba


Polres Sanggau Dalam rangka mempererat sinergitas antara TNI dan Polri, Polsek Toba menggelar kegiatan buka puasa bersama di Warkop Putri, Desa Teraju, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kamis (27/3) sore.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Toba, Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H., serta dihadiri oleh Danramil Toba, Kapten Inf. Agus Mulyana, beserta jajaran anggota TNI dan Polri di wilayah hukum Polsek Toba.

Acara buka puasa bersama ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kebersamaan antara dua institusi keamanan negara tersebut. Dalam suasana penuh kebersamaan, para anggota TNI dan Polri berbaur dalam satu meja, menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan.

Kapolsek Toba, Iptu Arnold Rocky Montolalu, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari soliditas TNI-Polri di wilayah Kecamatan Toba.

Ia menegaskan pentingnya menjaga sinergi demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

“Kegiatan buka puasa bersama ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga merupakan momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara personel TNI dan Polri. Dengan soliditas yang kuat, kita dapat lebih optimal dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Toba,” ujar Kapolsek.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kekompakan antara TNI dan Polri merupakan faktor kunci dalam menjaga situasi yang aman dan damai, terutama di tengah masyarakat yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.


“Kami berharap melalui kegiatan ini, koordinasi antara TNI-Polri semakin baik, sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tambahnya.

Kapolsek juga menekankan bahwa sinergitas antara TNI dan Polri bukan hanya diwujudkan dalam kegiatan seperti ini, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Menurutnya, dengan komunikasi yang baik serta koordinasi yang solid, potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir secara efektif.

Sementara itu, acara buka puasa bersama ini berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban. Setelah berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi ringan antara personel TNI dan Polri mengenai berbagai aspek keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Toba.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan Polri.

Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kedua institusi ini dapat semakin solid dalam menjalankan tugas menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Dny Ard / Hms Res Sgu)

Polsek Jangkang Gelar Buka Puasa Bersama untuk Perkuat Sinergi Antar Instansi


Polres Sanggau Polsek Jangkang menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antarinstansi di Kecamatan Jangkang. Acara ini berlangsung di Mako Polsek Jangkang pada Kamis (27/3) sore, dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan instansi, di antaranya Camat Jangkang yang diwakili oleh Staf Pol PP, Sdr. Charles, Kapolsek Jangkang Iptu Santoso Herubimo, Danramil Jangkang yang diwakili Sertu Darwin, Kepala Puskesmas Balai Sebut Dr. F. X. Alexander Hastin, serta Kepala Desa Balai Sebut yang diwakili oleh Kawil Dusun Perintis, Sdr. Jipo. Turut hadir pula Ketua PHBI Balai Sebut, Sdr. Achadiat, Kepala BP3 Kecamatan Jangkang, Sdri. Sri, staf dari Puskesmas, serta anggota Polsek dan Koramil Jangkang.

Kapolsek Jangkang, Iptu Santoso Herubimo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan kebersamaan antara Polsek Jangkang dengan berbagai instansi di wilayah Kecamatan Jangkang.

“Melalui momen buka puasa bersama ini, kami berharap dapat mempererat hubungan serta meningkatkan koordinasi antara kepolisian dengan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat di Kecamatan Jangkang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iptu Santoso menegaskan bahwa kebersamaan dan sinergi yang terjalin akan berdampak positif terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.


“Keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga merupakan hasil dari kerja sama yang baik dengan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Dengan adanya komunikasi yang baik, berbagai permasalahan dapat kita atasi bersama,” tambahnya.

Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas masing-masing instansi, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“Semoga kebersamaan ini dapat terus terjalin, tidak hanya dalam momen Ramadhan, tetapi juga dalam setiap kegiatan yang bertujuan untuk membangun Kecamatan Jangkang yang lebih baik,” tutup Kapolsek.

Acara buka puasa bersama berlangsung dengan khidmat, diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antar peserta.

Seluruh pihak yang hadir mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk sinergi nyata antara Polsek Jangkang dan berbagai instansi pemerintahan di wilayah tersebut. (Dny Ard / Hms Res Sgu)

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sanggau, Mesin dan Peralatan Dimusnahkan


Polres Sanggau Polsek Meliau, Polres Sanggau, melakukan operasi penertiban terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Tolok Bui, Desa Sungai Kembayau, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, pada Kamis (27/3).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut.

Sebelum pelaksanaan operasi, Polsek Meliau berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sungai Kembayau serta Kepala Wilayah (Kawil) di Kantor Desa Sungai Kembayau. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan langkah-langkah penertiban berjalan efektif dan kondusif.

Kapolsek Meliau, AKP Supariyanto, S.H., memimpin langsung operasi ini, didampingi Camat Meliau, Tang, S. Sos, serta personel Polsek Meliau, staf kecamatan, perangkat desa, dan perwakilan Kawil.

Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat langkah pemberantasan aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.

Dalam operasi ini, tim menemukan sejumlah peralatan yang digunakan dalam aktivitas PETI. Barang bukti yang disita di beberapa lokasi meliputi tujuh unit mesin Robin, lima lantai tempat curah material pasir, delapan pasang selang atau pipa, serta enam jeriken berisi bahan bakar minyak jenis Pertalite.

Karena lokasi tambang ilegal sulit dijangkau kendaraan roda empat maupun roda dua, barang bukti yang ditemukan dimusnahkan dengan cara dibakar di tempat. Langkah ini diambil sebagai tindakan tegas agar aktivitas ilegal tidak dapat beroperasi kembali.

Sebagai barang bukti tambahan, satu unit mesin Robin diamankan dan dibawa ke Polsek Meliau untuk penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian terus mengembangkan kasus ini guna menindak pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.


Selama operasi berlangsung, situasi tetap kondusif. Tim tidak menemukan adanya aktivitas penambangan saat operasi dilakukan, dan seluruh mesin yang ditemukan dalam keadaan tidak beroperasi.

Meski demikian, aparat tetap melakukan pemantauan guna mencegah kemungkinan munculnya kembali aktivitas ilegal di lokasi tersebut.

Kapolsek Meliau, AKP Supariyanto, S.H., menegaskan komitmen pihaknya dalam memberantas PETI yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

“Kami akan terus melakukan operasi penertiban terhadap aktivitas PETI yang merusak ekosistem dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tidak terlibat dalam kegiatan ilegal ini serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas PETI di wilayah mereka,” ujar AKP Supariyanto.

Kapolsek juga menambahkan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Meliau.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah aktivitas ilegal yang dapat merugikan kita semua,” tambahnya.

Hingga laporan ini dibuat, tidak ada gejolak dari masyarakat terkait operasi yang dilakukan. Situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Meliau tetap aman dan terkendali, menunjukkan bahwa pendekatan persuasif serta koordinasi dengan pihak terkait telah berjalan efektif. (Dny Ard / Hms Res Sgu)

TNI-Polri dan Forkopimda Sanggau Pererat Silaturahmi dalam Buka Puasa Bersama


Polres Sanggau Dalam rangka mempererat silaturahmi dan sinergi antara TNI, Polri, serta unsur Pemerintah Kabupaten Sanggau, Kodim 1204/Sanggau bersama Polres Sanggau menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama 1446 H/2025 M. Acara ini berlangsung di Cafe King Pool, Jalan H. Juanda, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau pada Kamis (27/3) sore.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos, Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Subandi, S.E., M.I.P., Wakapolres Sanggau, Kompol Yafet Efraim Patabang, S.H., S.I.K., M.H., beserta Pejabat Utama (PJU) Polres Sanggau. Turut hadir pula Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sanggau, Bilal Bimantara, S.H., M.H., seluruh Perwira Staf dan Personel Kodim 1204/Sanggau.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga soliditas dan sinergitas antara TNI-Polri serta unsur pemerintah daerah guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kabupaten Sanggau, terutama di bulan suci Ramadan.

Wakapolres Sanggau, Kompol Yafet Efraim Patabang, menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dan koordinasi antar instansi.

“Kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Dengan kebersamaan yang kuat, kita dapat lebih optimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sanggau,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi yang solid antara TNI-Polri dan pemerintah daerah merupakan kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.

“Kami terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, dan menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.


Acara yang berlangsung dengan penuh kehangatan ini diawali dengan sambutan dari para pejabat yang hadir, dilanjutkan dengan tausiah singkat mengenai pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga persatuan bangsa.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin akrab dengan obrolan santai antar peserta yang membahas berbagai hal terkait tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.

Momen ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan personal antara para pejabat dan personel di lapangan.

Setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, sebagai bentuk kebersamaan dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah semakin kuat, sehingga dapat terus bersinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Sanggau.

Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan yang terjalin dan harapan agar keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sanggau tetap terjaga dengan baik. (Dny Ard / Hms Res Sgu)

Supervisi Ops Ketupat Kapuas 2025 di Polres Sanggau, Tim Supervisi Berikan Arahan Strategis


Polres Sanggau Tim Supervisi Operasi Ketupat Kapuas 2025 melakukan pengecekan terhadap Pos Pelayanan Idul Fitri Polres Sanggau pada Kamis (27/3) sekitar pukul 14.45 WIB.

Dalam kegiatan ini, Tim Supervisi didampingi oleh Kabag Ops Polres Sanggau AKP PSC. Kusuma Wibawa, S.H., M.Ap, beserta para Pejabat Ops Res Ketupat Kapuas 2025 dan Padal Pos Pelayanan Polres Sanggau, Iptu Matias, serta Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Tim Supervisi memberikan sejumlah arahan penting kepada personel di Pos Pelayanan agar melaksanakan patroli di sekitar lokasi guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Dengan kehadiran petugas di lapangan, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif selama arus mudik dan balik Lebaran.

Selain itu, Tim Supervisi menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat terkait program “Mudik Aman, Keluarga Nyaman” serta penggunaan layanan darurat Hotline 110 bagi masyarakat yang membutuhkan kehadiran Polri.


Dengan adanya informasi yang mudah diakses, masyarakat dapat lebih cepat mendapatkan bantuan dalam situasi darurat selama perjalanan mudik.

Lebih lanjut, personel yang bertugas diminta untuk selalu waspada dan tidak meremehkan kemungkinan munculnya gangguan Kamtibmas.

“Kami mengimbau seluruh personel agar tetap siaga dan sigap dalam menghadapi segala kemungkinan perkembangan situasi. Jangan pernah menganggap remeh potensi gangguan yang dapat terjadi di sekitar wilayah pos pelayanan,” ujar AKP Kusuma Wibawa.

Selain kesiapsiagaan dalam pengamanan, Tim Supervisi juga menginstruksikan agar setiap perkembangan situasi yang berpotensi meningkatkan eskalasi gangguan Kamtibmas segera dilaporkan ke Posko Operasi Polres Sanggau. Hal ini dilakukan agar penguatan personel pengamanan dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan.

Kegiatan Supervisi Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Kapuas 2025 ini bertujuan untuk mengarahkan secara teknis mengenai aspek operasional maupun administrasi.

Dengan adanya supervisi ini, diharapkan tugas dari masing-masing satuan kerja dapat berjalan selaras antara perencanaan dan pelaksanaan, sehingga Operasi Ketupat Kapuas 2025 dapat berlangsung dengan lancar dan efektif sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. (Dny Ard / Hms Res Sgu)

Supervisi Opspol Terpusat Ketupat Kapuas 2025 di Polres Sanggau, Polda Kalbar Tekankan Optimalisasi Kinerja


Polres Sanggau Bertempat di Ruang PPKO Polres Sanggau, Jl. Jenderal Sudirman, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, dilaksanakan kegiatan Supervisi Operasi Kepolisian Terpusat (Opspol) Ketupat Kapuas 2025 oleh Biro Operasi (Roops) Polda Kalbar, Kamis (27/3).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan kelancaran pelaksanaan operasi dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

Supervisi dipimpin oleh Kabagbinops Roops Polda Kalbar, AKBP Suyono, S.I.K., S.H., M.H., selaku Ketua Tim Supervisi, didampingi Ps. Kasubbag Renmin Roops Polda Kalbar, Penata TK. I Ronal Sinaga, S.E., serta PA Intelkam Polda Kalbar, Ipda Benryadi Silaban, S.H. Turut hadir dalam kegiatan ini Kabag Ops Polres Sanggau, AKP PSC. Kusuma Wibawa, S.H., M.Ap., beserta para Kasatgas Operasi Ketupat Kapuas 2025 Polres Sanggau, anggota tim supervisi, serta para operator yang terlibat dalam operasi ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kabag Ops Polres Sanggau memberikan paparan terkait kesiapan dan pelaksanaan Ops Ketupat Kapuas 2025 di wilayah hukum Polres Sanggau.

Ia menyampaikan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini telah diberikan arahan untuk menjalankan tugas dengan optimal guna menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik serta balik Lebaran di wilayah Kabupaten Sanggau dan sekitarnya.

Sementara Ketua Tim Supervisi, AKBP Suyono, dalam arahannya menyatakan bahwa secara umum paparan yang disampaikan sudah cukup baik.

Namun, ia menekankan perlunya penyesuaian dalam Rencana Operasi (Ren Ops) agar dapat lebih menggambarkan kondisi riil di lapangan. Selain itu, ia juga mengingatkan agar Satgas Humas lebih aktif dalam mendokumentasikan kegiatan guna keperluan laporan dan evaluasi.

Lebih lanjut, Ketua Tim Supervisi menegaskan bahwa setiap pejabat operasional harus memahami Ren Ops agar dapat memberikan Arahan Pelaksanaan Pekerjaan (APP) yang tepat kepada personel di lapangan.


Hal ini bertujuan agar setiap anggota memahami tugas dan tanggung jawabnya secara jelas, terutama dalam menghadapi dinamika situasi yang berkembang di lapangan.

Selain itu, dalam supervisi ini juga ditekankan pentingnya evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) setiap pelaksanaan operasi. Setiap perubahan harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar efektivitas pengamanan dapat lebih ditingkatkan.

Personel yang bertugas juga diwajibkan untuk selalu berada di lokasi kegiatan operasi guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Kabag Ops Polres Sanggau, AKP PSC. Kusuma Wibawa, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan Ops Ketupat Kapuas 2025 ini, pihaknya akan memastikan bahwa komunikasi antaranggota tetap aktif menggunakan Handy Talky (HT) guna memantau perkembangan situasi secara real-time.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa jalur perlintasan Sanggau, Sekadau, dan Sintang dalam kondisi lancar tanpa kemacetan berarti, kecuali pada beberapa titik rawan bencana tanah longsor.

Di akhir kegiatan, tim supervisi melakukan pemeriksaan administrasi untuk memastikan kelengkapan dokumen terkait pelaksanaan operasi. Penggunaan anggaran dan bantuan kesejahteraan (Bakes) bagi personel juga menjadi perhatian utama agar dapat segera disalurkan dengan tepat sasaran.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan pengalaman berharga bagi jajaran Polres Sanggau dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan operasi kemanusiaan ini. (Dny Ard / Hms Res Sgu)

Pengecekan Debit Air di Dusun Kampung Baru, Kapolsek Toba Pastikan Situasi Kondusif


Polres Sanggau Kapolsek Toba, Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H., bersama anggota Bripka Gusti Harbani Amri, melaksanakan peninjauan terhadap banjir yang terjadi di Dusun Kampung Baru, Desa Kampung Baru, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini dilakukan pada Kamis (27/3) pagi sekitar pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, tepatnya di RT 01 dan RT 04, ketinggian air yang sebelumnya mencapai 30 cm kini mengalami penurunan menjadi sekitar 20 cm.

Wilayah yang terdampak merupakan daerah dataran rendah atau cekungan yang berada di pinggiran Sungai Kapuas, sehingga rentan mengalami banjir saat curah hujan tinggi.

Dampak dari banjir ini mengakibatkan enam unit rumah atau Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan halaman serta akses jalan yang tergenang air setinggi sekitar 20 cm. Meski demikian, masyarakat sudah mulai kembali beraktivitas seperti biasa.

Kapolsek Toba menyampaikan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian ini.

“Kami telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan memastikan bahwa situasi tetap kondusif. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air apabila curah hujan kembali meningkat,” ujarnya.

Banjir di kawasan ini diketahui kerap terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi, yang menyebabkan Sungai Kapuas meluap dan menggenangi permukiman warga.


Dengan kondisi geografis yang berupa dataran rendah dan cekungan, wilayah ini memang memiliki potensi banjir yang lebih besar dibandingkan daerah lainnya.

Kapolsek menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan warga. Kami juga mengimbau masyarakat, terutama para pengguna jalan dan warga di sekitar bantaran sungai, untuk tetap berhati-hati terhadap potensi kenaikan debit air,” tambahnya.

Menurutnya, air diperkirakan akan surut dalam waktu 3 hingga 4 hari jika curah hujan berkurang. Namun, jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, maka tidak menutup kemungkinan debit air akan kembali meningkat.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah melakukan monitoring secara berkala serta memberikan imbauan kepada warga sekitar agar tetap waspada dan selalu mengikuti arahan petugas guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat menghadapi kondisi banjir dengan lebih siap dan aman. (Dny Ard / Hms Res Sgu)

Polsek Bonti Tertibkan Aktivitas PETI di Aliran Sungai Bonti, Desa Empodis


Polres Sanggau Kepolisian Sektor (Polsek) Bonti menindaklanjuti laporan dari warga Desa Empodis mengenai adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Bonti, Desa Empodis, Kecamatan Bonti. Laporan tersebut diterima pada Rabu (26/3) sore, yang kemudian segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Pada Kamis (27/3) sekitar pukul 11.00 WIB, Kapolsek Bonti, Iptu Suparman, beserta anggota Polsek Bonti mengadakan koordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Empodis dan Temenggung Adat Empodis di Kantor Desa Empodis.

Koordinasi ini bertujuan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas PETI yang diduga merusak lingkungan dan mencemari sumber air bagi warga sekitar.

Setelah koordinasi, Kapolsek Bonti bersama tim yang terdiri dari anggota Polsek Bonti, Kawil Empodis, Kawil Mua, serta Temenggung Adat Empodis, melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bonti hingga aliran Sungai Ngaha, Desa Empodis, Kecamatan Bonti.

Dalam proses penyisiran, tim menemukan tiga unit mesin Domfeng yang digunakan untuk aktivitas PETI di aliran Sungai Ngaha, Dusun Entajan, Desa Empodis.

Setiap lanting yang ditemukan berisi satu unit mesin Domfeng, satu set mesin pompa, enam keset atau alas kaki, enam buah karet fanbelt, satu buah selang spiral berukuran enam inci berwarna biru, satu buah paralon besar, satu buah belahan drum, tiga buah selang air, dua buah alat dulang (kuya), serta drum berwarna biru yang digunakan sebagai penunjang kegiatan PETI.

Untuk mencegah aktivitas PETI lebih lanjut, Polsek Bonti melakukan tindakan tegas dengan memusnahkan tiga set mesin Domfeng yang ditemukan. Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar, merusak, dan menenggelamkan mesin-mesin tersebut, mengingat lokasi yang cukup jauh dan tidak dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat.

Selain pemusnahan mesin, tim berhasil mengamankan empat buah alat dulang atau kuya sebagai barang bukti yang dibawa ke Polsek Bonti untuk diperiksa lebih lanjut.

Kapolsek Bonti, Iptu Suparman, dalam keterangannya menyatakan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga ketertiban serta melindungi lingkungan dari dampak negatif aktivitas PETI.

“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya aktivitas PETI yang merusak ekosistem sungai dan mencemari air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Kami berkomitmen untuk menertibkan segala bentuk pertambangan ilegal guna menjaga kelestarian lingkungan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Bonti,” ujar Kapolsek.


Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan patroli guna mencegah aktivitas PETI kembali terjadi di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik pertambangan ilegal yang dapat merugikan lingkungan serta berkonsekuensi hukum. Jika ditemukan adanya aktivitas serupa di kemudian hari, kami tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Dalam proses penertiban ini, situasi tetap kondusif dan tidak ditemukan adanya perlawanan dari pihak yang terlibat. Pada saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan adanya aktivitas penambangan yang sedang berlangsung, dan mesin-mesin yang berada di lokasi dalam kondisi tidak beroperasi.

Dampak dari aktivitas PETI di aliran Sungai Ngaha, Dusun Entajan, Desa Empodis, cukup signifikan terhadap kualitas lingkungan.

Air sungai menjadi keruh akibat aktivitas pertambangan tersebut, padahal aliran Sungai Bonti merupakan sumber utama air bersih bagi warga setempat. Hal ini menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian dan pemerintah setempat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sebanyak tiga set mesin Domfeng telah dimusnahkan oleh pihak kepolisian dengan cara dibakar, dirusak, dan ditenggelamkan, mengingat lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Barang bukti berupa empat buah alat dulang atau kuya dibawa ke Polsek Bonti sebagai sampel.

Hingga saat ini, tidak terdapat gejolak dari masyarakat terkait tindakan penertiban ini. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Bonti tetap dalam kondisi aman dan terkendali.

Kapolsek Bonti menegaskan bahwa upaya pemberantasan aktivitas PETI akan terus dilakukan dengan menggandeng pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah desa dan tokoh adat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan melaporkan segala bentuk aktivitas ilegal yang berpotensi merusak ekosistem. Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari praktik pertambangan ilegal,” tutup Kapolsek.

Dengan adanya tindakan tegas dari Polsek Bonti, diharapkan aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Bonti dapat diminimalisir demi menjaga kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat setempat. (Dny Ard / Hms Res Sgu)